Melihat dari tipe dasar bangunan, terdapat dua tantangan terbesar dalam industri desain arsitektur yang pertama adalah bandara dan yang kedua adalah rumah sakit. Dua tipe bangunan tersebut menjadi tantangan besar bagi seorang arsitek dan timnya untuk menyelesaikan sebuah rancangan yang dapat bekerja dengan baik dan benar karena bukan hanya unsur estetika, komposisi, pertimbangan keuntungan dan kerugian materi dari sebuah fungsi namun keberhasilan organisasi ruang dan keselamatan banyak manusia menjadi faktor utama penentu sebuah rancangan rumah sakit yang baik.
Fisik Rumah Sakit merupakan satu hal yang sangat penting bagi sebuah rumah sakit. Bidang fisik termasuk bangunan dan performansi ruang, tata lansekap, dan infrastruktur pendukung mulai didekati dengan indikator kenyamanan, keindahan, serta keberhasilan pada lingkungan yang kesemuanya membangun citra layanan kesehatan dikelasnya. Bangunan yang indah, fungsional, efisien dan bersih memberikan kesan yang positif bagi seluruh pengguna rumah sakit.
Pada dasarnya, fisik rumah sakit juga berhubungan langsung dengan kualitas layanan medik. Indikator keberhasilan bangunan rumah sakit dapat dilihat dari kenyamanan dalam pemanfaatanya sehingga memberikan sumbangan pada proses penyembuhan pasien dan produktivitas pelaku, prosedur- prosedur layanan medik dapat terlaksana dengan efektif dan efisien, terjaga dengan mudah kebersihanya.
Tuntutan terhadap kinerja dan layanan kesehatan rumah sakit pada saat ini semakin tinggi. Kita tahu bahwa kehidupan dapat bermula dirumah sakit dan begitupun dengan akhir, yang umumnya dilewatkan dirumah sakit pula. Dalam perkembangan layanannya, rumah sakit berhubungan dengan konsumen yang memelukan layanan kesehatan dan tidak hanya diperuntukan bagi pasien yang sakit.
Membangun Masa Depan Layanan Kesehatan:
Merajut Visi Rumah Sakit oleh Arsimed
Rumah Sakit yang dibangun oleh Arsimed Indonesia didirikan dengan tekad mulia untuk menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas tinggi, terjangkau, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Untuk mewujudkannya, diperlukan sebuah panduan terarah, sebuah masterplan yang kokoh, yang merumuskan strategi dan arah pengembangan rumah sakit di masa depan.
Masterplan ini menjadi kompas yang menuntun Rumah Sakit dalam mencapai visinya:
Menjadi rumah sakit unggulan yang senantiasa memberikan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat.
Empat Pilar Utama Masterplan:
Meningkatkan Mutu Layanan:
Memanfaatkan teknologi terkini dan menerapkan praktik terbaik untuk memberikan layanan kesehatan yang optimal bagi pasien.
Memperkuat tim medis dengan dokter dan perawat yang profesional dan kompeten.
Meningkatkan fokus pada pencegahan penyakit dan edukasi kesehatan bagi masyarakat.
Meningkatkan Efisiensi:
Mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.
Menerapkan sistem manajemen yang modern dan terintegrasi.
Melakukan inovasi dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Memperluas Jangkauan:
Membuka layanan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menjalin kerjasama dengan institusi lain untuk memperluas jangkauan layanan.
Melakukan program outreach untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil.
Meningkatkan Daya Saing:
Menjadi rujukan utama bagi layanan kesehatan di wilayahnya.
Terus berinovasi dan mengikuti perkembangan teknologi terkini dalam bidang kesehatan.
Memperkuat branding dan reputasi rumah sakit sebagai penyedia layanan kesehatan yang terpercaya.
Langkah-langkah Strategis:
Analisis Mendalam:
Melakukan analisis menyeluruh, baik internal maupun eksternal, untuk memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dihadapi rumah sakit.
Visi dan Misi yang Jelas:
Menetapkan visi dan misi yang jelas, terukur, dan realistis sebagai landasan pengembangan rumah sakit.
Tujuan Terukur:
Merumuskan tujuan strategis yang terukur dan terarah untuk mencapai visi dan misi rumah sakit.
Strategi yang Tepat:
Mengembangkan strategi yang komprehensif dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Rencana Implementasi yang Matang:
Menyusun rencana implementasi yang detail, lengkap dengan timeline, anggaran, dan penanggung jawab.
Monitoring dan Evaluasi Berkala:
Melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tercapainya tujuan dan efektivitas strategi.
Keterlibatan Penuh:
Penyusunan dan implementasi masterplan ini membutuhkan partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk manajemen rumah sakit, dokter, perawat, staf, dan perwakilan masyarakat. Keterlibatan penuh ini akan memastikan bahwa masterplan ini benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi semua pihak.
Sumber Daya yang Memadai:
Komitmen untuk menyediakan sumber daya yang memadai, baik finansial maupun sumber daya manusia, sangatlah penting untuk kelancaran proses penyusunan dan implementasi masterplan.
Komunikasi yang Efektif:
Membangun komunikasi yang terbuka dan transparan dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk memastikan pemahaman yang sama tentang tujuan, strategi, dan rencana implementasi masterplan.
Peninjauan Berkala:
Masterplan ini bukanlah dokumen statis, melainkan perlu ditinjau secara berkala untuk memastikan relevansinya dengan perubahan situasi dan kondisi.
Arsimed yakin bahwa dengan masterplan ini sebagai panduan, masa depan layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat akan segera terwujud. Bersama, kita membangun masa depan layanan kesehatan yang lebih cerah.
Bersama Arsimed membangun Rumah Sakit, mewujudkan masa depan layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses bagi seluruh masyarakat!
Hubungi kami:
Website: https://arsimed.fastek.co.id
Email : [email protected]
Telepon:MariBangunMasaDepanLayananKesehatan bersama Arsimed